Jumaat, 19 Oktober 2012



Tangisan Hamba

Air mata ibarat butiran mutiara yang sangat cantik. Namun kecantikan itu hanya terjelma dari sebuah kesedihan dan keluluhan hati. Kesedihan membuahkan kecantikan. Sungguh ironi, ianya dapat mendamaikan sekeping hati yang rawan.
Air mata ibarat embun yang menitis, sungguh menyegarkan. Namun kesegaran itu hanya bisa terjelma setelah melalui malam panjang yang dingin dan gelita. Sungguh ironi, ianya dapat menenangkan hati yang terluka.
Air mata ibarat hujan yang merenyai, sungguh menyejukkan. Namun kesejukkan itu hanya mampu terjelma setelah mendung yang menduga. Sungguh ironi, kerana  ianya mampu melegakan gelojak jiwa.
Namun, disebalik semua ironi ini, apakah nilai sebenar sebuah tangisan?
Percayakah jika ku katakan hati itu adalah sangat keras? Lebih keras dari batu. Sedangkan batu bila dihempap air betubi-tubi lama-lama akan terbelah jua ianya. Demikianlah ku rasakan hatiku juga sungguh keras.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan